×

Kebebasan Pers : Kebebasan Publik Menangkap Informasi

Kebebasan Pers : Kebebasan Publik Menangkap Informasi

Dewasa kini kita sebagai masyarakat sangat dimudahkan dalam mengakses informasi dan berita terkait berbagai bidang dengan mudah, bebas dan cepat. Hal ini lantaran disebabakan oleh peran media massa yang begitu mudah dan begitu melekat pada genggaman kebutuhan manusia, lantas mengapa hal ini sangat mudah diraih dewasa kini ketimbang masa lampau? Hal ini disebabkan oleh salah satu peran dimana diakui adanya Kebebasan Per dan momentum ini dijadikan sebagai sebuah hari peringatan setiap tahun-nya. Kesempatan dalam merayakan Hari Kebebasan Pers Padjadjaran Suites Resort Hotel Bogor berikan ulasan artikel pers ini

Pers menurut UU No.40 Tahun 1999 merupakan lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik yang meliputi mencari, memperoleh , memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak, media elektronik dan segala jenis saluran yang tersedia

Sejarah pers pertama kali di Indonesia dapat kita ketahui bahwa surat kabar pertama di Indonesia ialah suatu penerbitan pemerintah VOC pada tahun 1615. Pada tahun 1688 tibalah mesin cetak pertama kali di Indonesia dari negeri kincir angin yakni negara Belanda, atas instruksi pemerintah maka diterbitkan-lah surat kabar tercetak pertama dan dalam nomor perkenalannya dimuat ketentuan-ketentuan perjanjian antara Belanda dengan Sultan Makasar

Pers pada masa kepemimpinan era orde baru menjadi sebuah sarana penerangan atau komunikasi dan menjadi salah satu alat yang vital dalam proses pembangunan. Namun ternyata pers pada masa ini tidak berarti kehidupan pers mengalami kebebasan yang sesuai dengan tuntutan dan aspirasi masyarakat, tercatat pada masa waktu orde baru ini pers mengalami pembredelan. Sehingga pada masa waktu ini masyarakat atau rakyat terhalang untuk menyampaikan aspirasi dan perjuangan hak asasinya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara

Pers Bebas atau Kebebasan Pers ini lalu terjadi ketika masa reformasi dibawah kepemimpinan B.J. Habibie, pemerintahan-nya memiliki andil yang sangat berarti dalam melepaskan kebebasan pers, walaupun posisi kebebasan pers ini ikut turut merugikan posisinya sebagai Presiden Republik Indonesia. Pada masa pasca reformasi Kebebasan Pers ini sejatinya dapat dirasakan secara langsung oleh setiap masyarakat di berbagai wilayah di negeri ini

Kebebesan Pers merupakan hak yang diberikan oleh konstitusional atau perlindungan hukum yang berkaitan dengan media dan bahan-bahan yang dipublikasikan seperti menyebarluaskan. Percetakan, dan menerbitkan surat kabar, majalah, buku, atau dalam material lainnya tanpa adanya campur tangan atau perlakuan sensor dari pemerintah yang berkuasa. Secara konseptual kebebasan pers akan memunculkan pemerintahan yang cerdas, bijaksana dan bersih

Hari Kebebasan Pers Nasional diselenggarakan setiap tanggal 9 Februari pada setiap tahun-nya, hari tersebut bertepatan dengan hari ulang tahun Persatuan Wartawan Indonesia. Dewan Pers yang menetapkan Hari Pers Nasional dilaksanakan setiap tahun secara bergantian di Ibukota Propinsi se Indonesia, dan pada kesempatan di tahun 2020 peringatan perayaan Hari Kebebasan Pers Nasional ini diselenggarakan di Kalimantan Selatan.

Landasan ideal peringatan perayaan Hari Kebebasan Pers Nasional ini ialah Sinergi yakni Sinergi antar komponen pers, antara komponen pers, masyarakat, dan pemerintah seperti tergambar pada untaian pita atau umbulumbul yang membentuk huruf HPN (Hari Pers Nasional). Padjadjaran Suites Resort Hotel Bogor mengucapkan Selamat Hari Kebebasan Pers Nasional Tahun 2020, kami Padjadjaran Suites Resort Hotel Bogor Mendukung dan Mendorong secara penuh dan penuh tanggung jawab Pers yang bebas namun Positif sesuai fungsi Pers sejatinya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*